Gemulung halimun menutup jalan semua
jalan........
Tapi aku tetap ingin pulang..........
Dewa..............
Kembalikan masa bocahku kedalam jiwa............
Jangan peluk akhir perjalananku........
Aku masih punyak rindu...........
Yang belum pupus............
Jemariku belum lagi menyentuh bayang-bayang mimpi ku.
Tapi aku tetap ingin pulang..........
Dewa..............
Kembalikan masa bocahku kedalam jiwa............
Jangan peluk akhir perjalananku........
Aku masih punyak rindu...........
Yang belum pupus............
Jemariku belum lagi menyentuh bayang-bayang mimpi ku.
***
Oh Betara...
Sudah sulit ku bedakan hidup dan siksa....
Setiap nafas dan langkah q raja derita......
Oh Betara....
Buka matamu dan saksikan deritaku....
Telah kau kalahkan aq dengan tangan perkasamu....
Oh Betara....
Kini mimpi-mimpikupun hitam gelap...........
Segelap bola mataku............
Sudah sulit ku bedakan hidup dan siksa....
Setiap nafas dan langkah q raja derita......
Oh Betara....
Buka matamu dan saksikan deritaku....
Telah kau kalahkan aq dengan tangan perkasamu....
Oh Betara....
Kini mimpi-mimpikupun hitam gelap...........
Segelap bola mataku............
Letih sudah kaki menyelusuri lembah.......
Tapi.......
Perjalanan tidak kunjung usai.......
Tidak terperih luka.......
Carut marut oleh onak duri
Oh........
Perih luka ternyata jauh lebih perih jiwa.......
Tapi.......
Perjalanan tidak kunjung usai.......
Tidak terperih luka.......
Carut marut oleh onak duri
Oh........
Perih luka ternyata jauh lebih perih jiwa.......
***
Jagat Dewa Batara.........
Sejuta kutuk pasu ku tadah dengan dada terbuka........
Tapi belum juga kau satukan aku dengan anak-anakku..........
Oh...............
Hanya rindu yang meratapi dosa-dosa........
Busuk.............
Satu-satu ...........
Orok dosaku mengering sudah............
Satu-satu ...........
Bayangan masa datang terasa benderang........
Sejuta kutuk pasu ku tadah dengan dada terbuka........
Tapi belum juga kau satukan aku dengan anak-anakku..........
Oh...............
Hanya rindu yang meratapi dosa-dosa........
Busuk.............
Satu-satu ...........
Orok dosaku mengering sudah............
Satu-satu ...........
Bayangan masa datang terasa benderang........
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar